Rindu Tausiah, Fulan, bukanlah nama sesungguhnya, adalah seseorang karyawan di perusahan percetakan di daerah Yogyakarta. Gajinya jauh dari makna cukup bila takarannya jumlah. Tetapi, dia tak mempunyai banyak pilihan untuk berpindah kerja, mengingat ijazah formalnya yang cuma satu tingkat sekolah menengah atas.
Kebutuhannya makin banyak saat dia mengambil keputusan untuk menikah. Awal-awal pernikahan, keduanya cukup dengan jumlah pendapatan yang sedikit. Namun keadaan betul-betul berbeda sesudah lahir anak pertama. Pengeluaran semakin tak bisa terbendung hingga anak ketiganya lahir.
![]() |
| Ilustrasi Pasangan Suami Istri |
Beruntungnya, dia memperoleh dukungan penuh dari istrinya. Seseorang wanita shalihah yang percaya penuh dengan kepemimpinan suaminya. Sampai dalam satu musyawarah penuh hangat nan romantis, keduanya setuju untuk membuka warung makan angkringan dengan tagline halalan thayyiban.
Sang istri mempersiapkan semuanya di siang hari sambil menunggu suaminya pulang bekerja. Setelah tiba di rumah, sang suami segera menyiapkan barang dagangan yang digelar tidak jauh dari rumah mereka.
Diriwayatkan dari sumber yang terpercaya, hasil berjualan ini diluar dugaan. Melimpah. Insya Allah barokah. “Jumlahnya tiga kali lipat bila di banding gaji di perusahaan tempat bekerja. ”
Para suami sebaiknya jadikan cerita nyata ini sebagai referensi. Awalilah dengan merubah paradigma kalau bekerja yaitu satu diantara ibadah. Hukumnya wajib untuk penuhi nafkah untuk istri dan anak-anak. Di step ini, masalah seseorang lelaki cuma berupaya sebagai bentuk ibadah. Tidak lebih dari itu.
Setelah itu, tanamkan didalam nurani, jangan pernah merasa penuhi keperluan istri dan anak-anak atau berikan makan pada mereka. Sebab intinya, Allah Ta’ala yang menjamin rejeki untuk semua hamba-Nya. Manusia cuma dijadikan perantara dan itu tak harus dari orang paling dekat.
Sesudah bekerja, kewajiban sudah dijalankan. Barulah memikirkan mengenai kwalitas ibadah yang seharusnya, supaya ibadah kita di terima dan mempunyai dampak dalam kehidupan sehari-hari.
Bila pemahaman tauhid seperti ini telah terbentuk, hasil tidak pernah jadi persoalan. Sebab manusia tak miliki wilayah dalam memastikan hasil. Hasil yaitu kekuasaan Allah Ta’ala. Dia berkehendak untuk memberi pada siapa yang diinginkan dan Berkehendak juga untuk menahan dari siapa yang dikehendaki.
Jadi pada siapa pun yang merasa lelaki, terlebih sudah mengambil amanah sebagai suami, janganlah bermalas diri. Bergegaslah menyongsong karunia Allah Ta’ala yang lebih luas dari langit bumi dan apa yang ada diantara keduanya.
Sumber : Berdakwah Media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar