KESAKTIAN PARA KANJENG, ANTARA KAROMAH DAN ISTIJROJ, Jangan Anda Katakan Karomah Sebelum Membaca Ini..!!

Rindu Tausiah, Akhir September 2016, publik digegerkan dengan penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tokoh kontroversial Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo Jawa Timur yang dikira bisa melipat-gandakan uang dengan ‘karomah’ kesaktian supranatural banyaknya pengikut setianya. 

Di kemudian hari terungkap, pengikutnya bukan hanya dari orang-orang awam, aparat pemerintah banyak juga yang ikut dan. Bahkan Marwah Daud Ibrahim Ph. D., tokoh intelektual lulusan S3 The American University Washington DC dan politisi kawakan asal Soppeng Sulawesi Selatan juga tercatat sebagai ketua yayasannya, dan mati-matian membela kebenaran dan ‘karamah’ Dimas Kanjeng yang demikian diyakininya. 

Ilustrasi Taat Pribadi Mengandakan Uang

Pro-kontra juga nampak tak terhindarkan. Sekarang ini peristiwa ini jadi isu nasional dan diperbincangkan lewat cara khusus di beberapa media. Bermacam komunitas diskusi dan kabar berita menyebabkan pertanyaan paling penting : “Apakah Dimas Kanjeng benar-benar mempunyai karamah penggandaan duwit dan kesaktian yang lain, seperti kepercayaan beberapa pengikutnya? ” 

Dalam konteks fenomena supranatural seperti ini, ulama sudah berikan keterangan yang demikian gamblang dan praktis untuk masyarakat. 
1. Apakah sebenarnya hakikat karamah itu? 
2. Apa bedanya dengan mukjizat, sihir, dan semisalnya? 
Dari jawaban pertanyaan-pertanyaan ini dapat di ketahui, apakah fenomena supranatural yang terlihat dari seseorang dapat dikelompokkan karamah, mukjizat atau sihir. 
  
Beragam Macam Kesaktian/Peristiwa Supranatural 

Abdullah bin Umar bin Abi Bakr bin Yahya : Kekuatan/peristiwa supranatural (yg tidak dapat diterangkan dengan hukum alam) yang keluar dari kebiasaan keumuman manusia ada empat macam: 

1. Mukjizat, yakni kesaktian/peristiwa supranatural yang melemahkan penentangnya, dibarengi pengakuan kenabian yg tidak terbantahkan/susah dilawan, dan yang dibuat tanpa usaha dan belajar. 

2. Karamah yaitu kesaktian/peristiwa supranatural atau peristiwa diluar rutinitas yang terlihat pada diri seseorang (muslim) yang sempurna dalam mengikuti Nabinya, (yang dihasilkan) tanpa belajar dan lakukan perbuatan-perbuatan tertentu. Karamah terdiri dari dua jenis : 

 (a) Irhash, yakni kesaktian/moment supranatural yang terlihat pada diri seorang nabi sebelum pengakuannya atas derajat kenabiannya ; 

 (b) Ma’unah, yakni kesaktian/peristiwa supranatural yang terlihat pada seseorang mukmin yg tidak fasik dan tak tertipu dengannya (hingga membuatnya lakukan beberapa hal yang dilarang agama). 

3. Istidraj, yakni kesaktian/peristiwa supranatural yang terlihat pada orang fasik yang tertipu dengannya (hingga membuatnya lakukan beberapa hal yang dilarang agama). 

4. Sihir, yakni kesaktian/peristiwa supranatural yang dibuat dengan belajar dan lakukan sebab-sebab tertentu yang terlihat pada orang fasik atau kafir, seperti sya’udzah (sulap), yakni ringan/cepatnya tangan dalam lakukan beragam gerakan, membawa banyak ular dan yang menyengat/menggigit kepadanya, bermain api tanpa terbakar/hangus, bermacam rajah dan jimat yang diharamkan, memohon pertolongan/pelayanan jin, dan selainnya. 

Dari info diatas kita dapat memahami apa karomah bedanya istijroj dan sihir. 
Ingatlah…!!!. Karomah itu bukan di hasilkan dari mempelajari supaya terlihat kejadian diluar kebiasaan. Bila peristiwa seseorang yang melakukan maksiat kok mempunyai kekuatan diluar kebiasaan sudah dapat di pastikan itu bukan karomah namun ISTIJROJ. 

Cara Identifikasi Kemampuan/Peristiwa Supranatural 

Apabila sudah mengetahui hal semacam itu, maka Anda bisa mengetahui bahwa apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang menusuk dadanya dengan dabus (sejenis jarum) atau pisau, menusuk matanya, dan membawa api serta memakannya, dan menisbatkan hal semacam itu pada Sayyidi Ahmad ar-Rifa’i, Sayyidi Ahmad bin ‘Alwan dan wali-wali yang lain, maka apabila para pelakunya itu yaitu orang-orang yang konsisten berada pada ajaran agama, melakukan perintah-perintahnya, meninggalkan larangan-larangannya, mengetahui ilmu yang fardhu ‘ain serta mengamalkannya, tidak lakukan sebab-sebab (aktifitas/ritual khusus) yang bisa membuahkan perbuatan ini, maka kemampuan/peristiwa itu termasuk juga bagian karamah, apabila tidak demikian maka termasuk juga sihir. 

Sebab sudah terdapat ijma’ (konsensus ulama) bahwa karamah tidak akan terlihat pada orang fasik, tidak bisa dibuat dengan mempelajari mantra-mantra serta ritual -ritual tertentu, dan kesaktian/peristiwa supranatural yang terlihat pada orang fasik termasuk juga kelompok sihir yang hukum mempelajari, mengajarkan dan melakukannya yaitu diharamkan. 

Pelaku dan orang yang mengklaim miliki kemampuan seperti itu harus dihindari. Ketika kita telah menghukumi kalau kesaktian/peristiwa supranatural tersebut yaitu sihir dan sesat, maka haram menjerumuskan diri kepadanya. Sebab kaidah menyatakan, kalau menjerumuskan diri pada keharaman hukumnya yaitu haram, seperti masuk pada tempat yang ada gambar-gambar yang diharamkan dan haram (juga) mengambil imbalan uang karenanya.


Sumber Referensi : Rumah Islam
KESAKTIAN PARA KANJENG, ANTARA KAROMAH DAN ISTIJROJ, Jangan Anda Katakan Karomah Sebelum Membaca Ini..!! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Luthfia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar